dukuh sebatang copy

Aksi Menyapa Indonesia (MI) yang digelar para calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, akan menjangkau berbagai daerah tertinggal di Indonesia. Salah satu daerah yang kini menjadi sasaran aksi Menyapa Indonesia adala Dukuh Sebatang, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogra, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di tempat ini, pelaksanaan aksi Menyapa Indonesia melibatkan empat kelompok, yakni kelompok Persiapan Keberangkatan (PK) ke-41, hingga PK-44. Di Dukuh Sebatang, Masing-masing kelompok ini memiliki bidang yang berbeda-beda dalam menjalankan aksi mereka.

PK-41 (Catureka Mandala)

Catureka MandalaCatureka Mandala merupakan kumpulan putra putri terbaik bangsa yang mendapat kepercayaan menjadi calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI tahun 2015. Kelompok ini tergabung dalam kelompok Persiapan Keberangkatan Angkatan 41 (PK-41) yang diketuai oleh Oktiani Putri.

Catureka Mandala yang bermakna Kesatuan 41, tidak hanya menjadi representasi identitas kolektif. Lebih lebih dari itu. Nama ini merupakan manifestasi cita dari seluruh anggota PK-41 untuk bersatu, bersama dalam semangat cinta dan harmoni, menjadi insan unggul yang mampu membangun negeri menuju Indonesia Emas 2045.

PK-41 beranggotakan 130 calon awardee yang terdiri dari 107 calon magister, 17 orang calon doktor, serta enam orang calon doktor spesialis. Mereka semua akan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sebanyak 130 orang ini terbagi dalam enam kelompok yang dinamai pulau-pulau terluar Indonesia, yaitu: Pulau Sibarubaru, Pulau Maratua, Pulau Nusa Barung, Pulau Wetar, Pulau Kakarutan, dan Pulau Fanildo. Penamaan kelompok tersebut sekaligus menjadi pesan dan ajakan dari dari PK-41 kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga dan memelihara keutuhan wilayan NKRI.

Sebagai bentuk pengabdian kepada negeri, Catureka Mandala (PK-41) beserta PK-42, PK-43, dan PK-44 sedang melakukan aksi pemberdayaan masyarakat (community development) bertajuk ‘Menyapa Indonesia’ di Dukuh Sebatang, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bidang kesehatan menjadi fokus pemberdayaan Catureka Mandala di desa tersebut. Tiga program prioritas yang akan dilakukan adalah: Kader Penyuluhan Kesehatan, Arisan Jamban, dan Akses Layanan Air Bersih.

Semua program tersebut bermuara pada satu tujuan yaitu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Dukuh Sebatang yang berkelanjutan.

PK-42 (Ancala Diwangkara)

PK-42Ancala Diwangkara diketuai oleh Mouliza Kristhopher Donna S. Secara harfiah Ancala berarti gunung danDiwangkara berarti menerangi/penerang. Gunung dapat pula disebut sebagai pasak bumi yang menjaga keseimbangan, tempat tumbuh dan berkembangnya beragam spesies dan masyarakat. Sedangkan setiap gunung, pasti memiliki puncak sebagaimana seorang pemimpin yang memiliki visi untuk kehidupan yang lebih baik.

PK-42 adalah sekumpulan pemimpin yang dapat turut serta menyeimbangkan kehidupan bangsa, mengembangkan potensi bangsa, dan menjadi penggagas asa bangsa. Dengan karakteristik tersebut, anggota PK-42 diharapkan dapat menjadi penerang bagi masa depan bangsa Indonesia.

Ancala Diwangkara beranggotakan 123 orang yang terbagi dalam 6 kelompok. Setiap kelompok memiliki nama puncak gunung yang ada di Indonesia; Mahameru, Cartenzs, Indrapura, Rantemario, Rinjani, dan Bukit Raya.

Ancala Diwangkara turut serta memotori program ‘Menyapa Indonesia’ di Dukuh Sebatang, dan akan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam hal pengelolaan potensi ekonomi, yaitu melalui program branding nira dan budidaya kelinci. Harapan ke depan, program Menyapa Indonesia ini mampu membentuk generasi penerus yang mandiri dalam bidang wirausaha.

PK-43 (Jivakalpa)

PK 43 JivakalpaJivakalpa yang berasal dari bahasa sansekerta, yakni Jiva (jiwa) yang berarti benih kehidupan dan Kalpataru yang merupakan pohon pengharapan dan mencerminkan suatu tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang, yang diidamkan karena melambangkan hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup. Karena itu, nama Jivakalpa sendiri merepresentasikan visi PK-43 untuk mewujudkan harapan masyarakat akan suatu tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan diidamkan.

“Jivakalpa” yang diketuai Ihsan Ahmad Zulkarnain, terdiri dari 122 calon-calon magister dan doktoral yang berasal dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Kelompok ini terbagi lagi menjadi enam kelompok yang masing-masing dinamai dengan nama-nama bertema diversifikasi pangan, yaitu : Papeda, Gadong, Songkolo, Bagadang, Dadiah, Thiwul, dan Eloi.

Tema diversifikasi pangan ini digunakan dengan maksud memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang jatuh pada tanggal 16 Oktober yang juga bertepatan dengan waktu pelaksanaannya PK -43 LPDP di wisma Hijau Depok.

Penyelenggaraan HPS di Indonesia menjadi momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Program spesifik yang dibidangi oleh PK-43 dalam pelaksanaan Menyapa Indonesia di Dukuh Sebatang ialah pendidikan dan kebudayaan. Dalam bidang pendidikan, PK-43 berfokus pada pelatihan tenaga pendidik, kakak adik asuh, perbaikan kualitas PAUD, dan perbaikan kualitas Rumah Pintar. Sedangkan dalam bidang kebudayaan, PK-43 berfokus pada Sebatang Heritage Festival, video framing, showcase, interaksi, kaderisasi, dan manajemen organisasi seni.

PK-44 (Sthana Citraloka)

logo pk44Sthana Citraloka merupakan nama Persiapan Keberangkatan angkatan 44 (PK-44) yang diketuai oleh Devian Stevano.

Sthana Citraloka berarti tempat yang memiliki catatan sejarah dunia. Nama ini mengingatkan kita kepada tempat-tempat wisata sejarah yang memiliki nilai budaya, kepribadian dan karakter bangsa Indonesia serta menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan pendahulu.

Sthana Citraloka memuat harapan para peserta PK-44 agar lebih mengetahui dan melestarikan tempat-tempat bersejarah di Indonesia, sehingga dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Jumlah peserta PK-44 adalah 120 orang yang terdiri dari 97 orang calon magister, 19 orang calon doktor, dan empat orang calon doktor spesialis, yang akan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Pada PK-44 terdapat 6 kelompok dengan penamaan bertemakan tempat bersejarah, yaitu: Benteng Vredeburg, Taman Sari, Lawang Sewu, Fort Rotterdam, Jam Gadang, dan Gedung Sate.

Para peserta PK-44 akan berkontribusi pula pada program ‘Menyapa Indonesia’ yang merupakan program pengembangan masyarakat yang dikelola oleh para calon penerima anugerah BPI-LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bidang Infrastruktur menjadi fokus kontribusi yang dilakukan PK-44 khususnya dalam pengembangan infrastruktur air, jalan, dan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>