Petani Ramea

Jakarta – Sebanyak 128 penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI mengadakan akan mengadakan aksi Menyapa Indonesia dengan serangkaian program pemberdayaan masyarakat di Desa Ramea, Provinsi Banten yang merupakan kawasan desa tertinggal. Salah satu tujuan pengiriman pemuda-pemuda yang terpilih dalam beasiswa LPDP untuk bersekolah S2 atau S3 di dalam maupun luar negeri adalah melakukan pengabdian masyarakat untuk berkontribusi pada pembangunan negara.

Program pemberdayaan ini adalah rangkaian aktivitas pembangunan saluran air bersih dan MCK yang menelan biaya sebesar kurang lebih 152 juta rupiah. Untuk mendukung keberlanjutan program peningkatan kesehatan, dibentuk juga kader-kader kesehatan yang dibina secara berkelanjutan. Galuh Ainur Rohmah, salah satu penerima beasiswa BPI- LPDP juga selaku ketua kelompok pelaksana pembangunan desa bernama Banu Bangsa mengungkapkan, “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dimulai dari aspek sanitasi. Pembangunan saluran air bersih dan MCK umum akan dilaksanakan pada awal Agustus dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus tahun ini. Adapun teknis pelaksanaannya akan melibatkan partisipasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) desa Ramea dengan bantuan koordinasi dan dana dari pihak kami,” pungkas Galuh.

Desa Ramea dengan total penghuni sebanyak 900 kepala keluarga, hanya memiliki 1 MCK umum yaitu di RW 004 yang pendanaannya berasal dari APBD Provinsi Banten. Selain itu hanya 7% rumah tangga yang memiliki fasilitas MCK di rumah masing-masing, sedangkan sebagian besar lainnya melakukan MCK di sungai, bawah pohon, dan empang. Pembangunan sarana ini dirasa sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga. [ITS]

 

(artikel ini ditayangkan di portal online indonesiatravelmagz.com, Jumat, 24 Juli 2015)

tautan : http://indonesiatravelmagz.com/travel/index.php/specialinterest/article/52/#.VboFaLVRquJ

One Comment

  1. saya setuju sekali jika penyaluran dana beasiswa bagi pemuda-pemudi yang mau melanjutkan studinya ke tingkat S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri bertujuan agar kelak mereka mengabdikan diri mereka untuk membangun negeri kita. saat ini banyak sekali pemuda-pemudi Indonesia lulusan luar negeri yang justru tidak kembali ke negeri sendiri dan malah bekerja di negeri orang, sangat disayangkan karena sebenarnya negara kita butuh seseorang yang bisa membangun negeri kita. tidak dipungkiri hal ini dikarenakan sistem ketenagakerjaan di negeri orang lebih menjanjikan dibanding negeri sendiri. oleh karena itu, perlu adanya pembenahan pada sistem ketenagakerjaan dan tatanan negara kita. Semoga beasiswa-beasiswa yang mengikat seperti ini (untuk membangun bangsa sendiri) lebih banyak lagi dan berkembang, sehingga Indonesia dapat menjadi negara maju dengan SDM yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>