Ilustrasi Pembangunan Desa (kismantoro.or.id)

Jakarta, 23/7 – Sebanyak 128 penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menyalurkan Rp152 juta untuk pembangunan saluran air bersih serta mandi, cuci, dan kakus (MCK) di Desa Ramea, Banten.

Penerima BPI LPDP Galuh Ainur Rohmah yang juga Ketua Kelompok Banu Bangsa di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa berdasarkan survei yang telah dilakukan, Desa Ramea dengan total penghuni sebanyak 900 kepala keluarga (KK), hanya memiliki satu MCK umum, yaitu di RW 004 yang pendanaannya berasal dari APBD Provinsi Banten.

Ia menyebutkan sebanyak 7 persen rumah tangga yang memiliki fasilitas MCK di rumah masing-masing. Sebagian besar lainnya, masih melakukan MCK di sungai, bawah pohon, dan empang.

Oleh karena itu, kata dia, pembangunan sarana itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga setempat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dimulai dari aspek sanitasi. Pembangunan saluran air bersih dan MCK umum akan dilaksanakan pada awal Agustus dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus tahun ini,” katanya.

Adapun teknis pelaksanaannya, kata Galuh, akan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Ramea dengan bantuan koordinasi dan dana dari pihaknya.

Ia mengatakan bahwa pembangunan saluran air bersih dan MCK yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar kurang lebih Rp152 juta tersebut menggunakan dana yang diperoleh dari kegiatan penggalangan dana melalui sponsorship dan crowdfunding.

Selain melakukan pembangunan saluran air bersih dan MCK umum, Galuh mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat juga dilakukan untuk membantu warga desa menerapkan pola hidup higienis dan sehat.

Guna mendukung keberlanjutan program peningkatan kesehatan, kata dia, akan dibentuk juga kader-kader kesehatan yang dibina secara berkelanjutan.

“Selanjutnya, kami juga akan memberikan beasiswa kebidanan bagi dua pemuda unggulan dari Desa Ramea untuk melanjutkan pendidikan kebidanan. Melalui beasiswa ini, ke depannya kami berharap penerima beasiswa juga akan menjadi agen perubahan yang akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan mempertahankan pola hidup bersih dan sehat di Desa Ramea,” katanya.

(Artikel ini telah dipublikasikan di selasar.com tanggal 23 Juli 2015)

tautan : http://bit.ly/1KAAfQn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>